24 June 2016

Syair Ruh - Hamzah Fansuri

ilustrasi

(a)

Unggas itu yang amat burhana
Diamnya nentiasa di dalam astana
Tempatnya bermain di bukit Tur Sina
Majnun dan Si Layla adalah di sana

Unggas itu bukannya nuri
Berbunyi ia sedekala hari
Bermain tamasya pada sekalian negeri
Demikianlah murad al-insanu sirri

Unggas itu bukannya balam
Nentiasa berbunyi siang dan malam
Tempatnya bermain pada sekalian 'alam
Di sanalah tamasya melihat ragam

Unggas itu tahu berkata-kata
Sarangnya di padang rata
Tempatnya bermain pada sekelian anggauta
Ada yang bersalahan, ada yang sekata

Unggas itu terlalu indah
Olehnya banyak ragam dan ulah
Tempatnya bermain (di dalam) Ka'bah
Pada bukit 'Arafat kesudahan musyahadah

Unggas itu bukannya merak
Nentiasa bermain di dalam surga
Kenyataan mu'jizat tidur dan jaga
Itulah wujud meliputi rongga

Unggas itu terlalu pingai
Nentiasa main dalam mahligai
Rupanya elok sempurna bisai
Menyamarkan diri pada sekalian sakai

Unggas itu bukannya gagak
Bunyinya terlalu sangat galak
Tempatnya tamasya pada sekalian awak
Itulah wujud menyatakan kehendak

Unggas itu bukannya bayan
Nentiasa berbunyi pada sekalian a'yan
Tempatnya tamasya pada sekalian kawan
Itulah wujud menyatakan kelakuan

Unggas itu bukannya burung
Nentiasa berbunyi di dalam tanglung
Tempatnya tamasya pada sekalian lurung
Itulah wujud menyatakan tulung

Unggas itu bukannya Baghdadi
Nentiasa berbunyi di dalam jasadi
Tempatnya tamasya pada sekalian fu'adi
Itulah wujud menyatakan 'ahdi

Unggas itu yang weruh angasmu
Nentiasa 'ashiq tiada kala jemu
Menjadi dagang lagi ia jamu
Itulah wujud menyatakan 'ilmu

(b)

Tayrul 'uryani unggas sultani
Bangsanya Nurul Rahmani
Tasbihnya Allah Subhani
Gila dan mabuk akan Rabbani

Unggas itu terlalu pingai 
Warnanya terlalu bisai
Rumahnya tiada berbidai
Dukuknya da'im di balik tirai

Putihnya terlalu suci
Olehnya itu bernama ruhi
Milatnya terlalu sufi
Mashafnya bersurat Kufi

'Arsh Allah akan pangkalnya
Habib Allah akan taulannya
Bayt Allah akan sangkarannya
Menghadap Tuhan dengan sopannya

Sufitnya bukannya kain
Fil Makkah da'im bermain
'Ilmunya zahir dan batin
Menyembah Allah terlalu rajin

Kitab Allah dipersandangnya
Ghayb Allah akan dipandangnya
'Alam Lahut akan kandangnya
Pada da'irah Huwa tempat pandangnya

Zikir Allah kiri kanannya
Fikir Allah rupa badannya
Syurbat tawhid akan minumnya
Da'im bertemu dengan Tuhannya

Suluhnya terlalu terang
Harinya tiada berpetang
Jalannya terlalu hening
Barang mendapat dia terlalu menang

Cahayanya tiada berha'il
Baynallah dan baynal 'amil
Syari'atnya terlalu kamil
Barang yang mungkin menjadi jahil

Jika kau dapat asal 'ilmunya
Engkaulah yang tertahunya
'Alam nin engkau yang punya
Di sana sini engkau sukunya 

'Ilmunya tiada berbagai bagai
Fardunya yogya kau pakai
Tinggalkan ibu dan bapai
Menyembah Tuhan jangan kau lalai

'Ilmunya 'ilmu yang pertama
Mazhabnya mazhab bernama 
Cahayanyan cahaya yang lama
Ke dalam surga bersama sama

(c)

Tayrul 'uryani unggas ruhani
Di dalam kandang hadrat rahmani
Warnanya pingai rupanya safi
Tempatnya Kursi yang maha 'ali

Sungguh pun 'uryan bukannya gila
Mengaji Quran dengan tartila
Tempatnya mandi sungai Salsabila
Di dalam firdaus ra'su Zanjabila

(d)

Unggas nuri asalnya cahaya
Diamnya da'im di Kursi Raja
Daripada nurinya faqir dan kaya
Menjadi insan, Tuhan dan saya

Kuntu hanzan asal sarangnya
'Alam Lahut nama padangnya
Terlalu Luas dengan lapangnya
Itulah hanzam dengan lawangnya

'Aqlul Kulli nama bulunya
Qalam al-a'la nama kukunya
Allah Ta'ala akan gurunya 
Oleh itulah tiada jodohnya

Jalal dan jamal nama kakinya
Nurul Awwal nama jarinya
Lawhul Mahfuz nama hatinya
Menjadi jawhar dengan safinya

Itulah Ahmad awwal Nabinya
Nur Allah dengan sucinya
Sekalian 'alam pancar daripada nurinya 
Menjadi langit serta buminya

(e)

Unggas Pingai terlalu 'asyiq
Da'im bermain di Kursi Khaliq
Bangsanya Rahman yang fa'iq
Menjadi sultan terlalu la'iq

Unggas itu tahu berkata
Sarangnya di padang rata
Akan wujudnya sekalian mata
Mengenal diri terlalu nyata

Mazhar Allah akan rupanya
Asma Allah akan namanya
Malaikat akan tentaranya
Akulah wasil akan katanya

Sayapnya bernama Furqan
Tubuhnya bersurat Quran
Kakinya Hannan dan Mannan
Da'im bertengger di tangan Rahman

Ruh Allah akan nyawanya
Sirr Allah akan angganya
Nur Allah nama matanya 
Nur Muhammad da'im sertanya

Liqa Allah nama 'isyqinya
Shaut Allah akan bunyinya
Rahman Rahim nama hatinya
Menyembah Tuhan dengan safinya

Bumi langit akan sangkarannya
Makkah Madinah akan pangkalannya
Bayt Allah nama badannya
Di sana bertemu dengan Tuhannya

Cahayanya seperti suluh
Bunyinya seperti guruh
Matanya lengkap dengan tubuh
Bulunya da'im sekalian luruh

Rupanya akan mahbubnya
Lakunya akan marghubnya
Bangsanya akan matlubnya
Buraq al-Mi'raj akan markubnya

'Ilmul yaqin nama 'ilmunya
'Aynul yaqin hasil tahunya
Haqqul yaqin akan lakunya
Muhammad nabi asal gurunya

Syari'at akan ripinya
Tariqat akan budinya
Haqiqat akan tirainya
Ma'rifat yang wasil akan isinya

'Alam nasut nama hambanya
Perisai malakut akan katanya
Duldul jabarut nama kudanya
Menyerang lahut akan kerjanya

Dengarkan hai anak jamu
Unggas itu sekalian kamu!

(f)

Ikan Tunggal bernama fadil
Dengan air da'im ia wasil
'Isyiqnya terlalu kamil
Di dalam laut tiada bersahil

Ikan itu terlalu 'ali
Bangsanya Nur al-Rahmani
Anggapnya rupa insani
Da'im bermain di laut baqi

Bismillah akan namanya
Ruh Allang akan nyawanya
Wajh Allah akan mukanya
Zahir dan batin sertanya

Nur Allah nama bapainya
Khalaqat Allah akan sakainya
Raja Sulayman akan pawainya
Da'im berbunyi dalam balainya

Empat bangsa akan ibunya
Summun bukmun akan tipunya
Kerja Allah yang ditirunya
Mengenal Allah dengan bisunya

Fana fillah akan sucinya
Inni anallah akan bunyinya
Memakai dunya akan ruginya
Radikan mati da'im pujinya

Tarkudud dunya akan labanya
Menuntut dunya akan maranya
'Abdul Wahid asal namanya
Da'im "Anal haqq" akan katanya

Kerjanya mabuk dan 'asyiq
'Ilmunya sempurna fa'iq
Mencari air terlalu sadiq
Di dalam laut bernama Khaliq

Ikan itu terlalu zahir
Olehnya da'im di dalam air
Sungguh pun ia terlalu hanyir
Wasilnya da'im di laut halir

[[--------------------]]



Syair di atas bersumber dari buku Hamzah Fansuri Penyair Sufi Agung dengan penyunting Abdul Hadi WM dan LK Ara.

Baca juga karya Hamzah Fansuri lainnya berikut ini:

Tinggalkan komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan baik