![]() |
| Kaligrafi Arab Bismillah |
subhanallah terlalu kamil(1)
menjadikan insan alam dan jahil
dengan hamba-Nya daim(2) la wasil(3)
itulah Mahbub(4) bernama Adil
Mahbub itu tiada berlawan
lagi alim lagi bangsawan
kasihnya banyak lagi gunawan
aulad itu bisa tertawan
bersunting bunga lagi bumalai(5)
kainnya warna berbagai-bagai
tau berbunyi di dalam sagai(6)
olehnya itu orang teralali
ingat-ingat kau lalu lalang
berlekas-lekaslah jangan amang(7)
Suluh Muhammad yugia kau pasang
supaya salim(8) jalanmu datang
rumahnya 'ali(9) berpatam birai(10)
lakunya bijak sempurna bisai(11)
tudungnya halus terlalu pipai(12)
daim berbuni di luar tirai
jika sungguh engkau asyik mabuk
memakai candi(13) pergi menjaluk(14)
ke dalam pagar supaya kau masuk
barang ghairallah(15) sekaliannya amuk
berjalan engkau rajin rajin
mencari guru yang tahu akan batin
yugia kau tuntut jalan yang amin(16)
supaya dapat lekas kau kahwin
berahimu daim akan orang kaya
manakan dapat tiada berbahaya
ajib segala akan hati sahaya
hendak berdapat dengan maya raya
tiada kau tahu akan agamamu
terlalu ghurur(17) dengan hartamu
nafsu dan syahwat daim sertamu
asyik dan mabuk bukan kerjamu
rantaikan kehendak sekalian musuh
anjing tunggal yugia kau bunuh
dengan Mahbubmu seperti suluh
supaya dapat berdakap tubuh
dunia nan kau sandang sandang
manakan dapat ke bukit rentang
angan anganmu terlalu panjang
manakan dapat segera memandang
dunia jangan kau taruh
supaya hampir Mahbub yang jauh
indah segala akan kalah kaluh
ke dalam api pergi berlabuh
Hamzah miskin hina dan karam
bermain mata dengan Rabbul Alam
selamanya sangat terlalu dalam
seperti mayat sudah tertanam
Allah Maujud(18) terlalu baqi(19)
dari enam jihad kenahinya cali
wa huwal auwalu(20) sempurna 'ali
wa huwal akhiru(21) dalam nurani
nurani itu hakikat khatam
pertama terang di laut dalam
menjadi makhluk sekalian alam
itulah bangsa Hawa dan Adam
tertentu awal suatu cahaya
itulah cermin yang mulia raya
kelihatan di sana miskin dan kaya
menjadi dua Tuhan dan sahaya
nurani itu terlalu zahir
bernama Ahmad(22) dari cahaya satir(23)
penjuru alam keduanya hadir
itulah makna awal dan akhir
Awal dan akhir asma(24)nya jarak
zahir dan batin warnanya banyak
sungguh pun dua ibu dan anak
keduanya cahaya di sana banyak
yugia kau pandang kapas dan kain
keduanya wahid asmanya lain
wahidkan hendak zahir dan batin
itulah ilmu kesudahannya main
angga(25)mu itu asalnya tahir(26)
batinnya arak zahirnya takir
lagi kau saqi(27) lagi kau sakir
itulah Mansyur menjadi nazir(28)
hunuskan mata tunukan sarung
isbat(29)kan Allah nafi(30)kan patung
laut tauhid yugia kau harung
itulah ilmu tempat bernaung
rupamu zahir kau sangka tanah
itulah cermin sudah terasah
jangan kau pandang jauh berpayah
mahbubmu hampir serta ramah
kerjamu mudah periksamu kurang
kau sangka tasbih(31) membilang tulang
ilmumu baharu berorang orang
lupakan fardhu yang sedia hutang
jauharmu lengkap dengan tubuh
warnanya nyala seperti suluh
lupakan nafsu yang sedia musuh
manakan dapat adamu luruh
jauhar yang mulia sungguh pun sangat
akan orang muda kasih akan alat
akan ilmu Allah hendak kau pendapat
mangkanya sampai pulangmu rahat(32)
Hamzah Nuwi zahirnya Jawi(33)
batinnya cahaya Ahmad yang safi(34)
sungguh pun ia hina jati
asyiknya daim akan Zatul Bari(35)
Sidang fakir empunya kata
Tuhanmu zahir terlalu nyata
jika sungguh engkau bermata
lihatlah dirimu rata-rata
kenal dirimu hai anak jamu
jangan lupa akan diri kamu
ilmu hakikat yugia kau ramu(36)
supaya terkenal 'ali padamu
jikalau terkenal dirimu baqi
elokmu itu tiada berbagi
hamba dan Tuhan daim berdami(37)
memandang diri jangan kau lali
kenal dirimu hai anak dagang
menafikan diri jangan kau sayang
suluh isbat yugia kau pasang
supaya dapat mudah kau datang
dengarkan sini hai anak ratu
ombak dan airnya asalnya satu
seperti manikam muhith(38) dengan batu
inilah tamsil engkau dan ratu
jika terdengar olehmu firman
pada Taurat, Injil, dan Furqan(39)
wa Huwa ma'akum(40) pada ayat Quran
bikulli syai-in muhith(41) terlalu 'iyan(42)
syari'at Muhammad ambilkan suluh
ilmu hakikat yugia kau pertubuh
nafsumu itu yugia kau bunuh
makanya dapat sekalian luruh(43)
mencari dunia berkawan kawan
oleh nafsu khabis(44) engkau tertawan
nafsumu itu yugia kau lawan
mangkanya sampai engkau bangsawan
mahbubmu itu tiada berhail(45)
fa ainama tuwallu(46) jangan kau ghafil(47)
fa samma wajhullah(48) sempurna wasil
inilah jalan orang kamil(49)
kekasihmu zahir terlalu terang
pada kedua alam nyata terbentang
ahlul ma'rifah terlalu menang
wasilnya daim tiada berselang
hempaskan akal dan rasamu
lenyapkan badan dan nyawamu
pejamkan hendak dua matamu
di sana lihat peri rupamu
adamu itu yugia kau serang
supaya dapat negeri yang henang(50)
seperti Ali tatkala perang
melepaskan duldul tiada berkekang
Hamzah miskin orang 'uryani(51)
seperti Ismail jadi qurbani(52)
bukannya Ajam dan 'Arabi
nantiasa wasil dengan yang baqi
[]
Catatan Kaki:
- Kamil (bahasa Arab): sempurna
- Daim (bahasa Arab): senantiasa
- Wasil (bahasa Arab): sampai
- Mahbub (bahasa Arab): kekasih
- Bumalai (bahasa Melayu lama): elok
- Sagai: hamba
- Amang: angan-angan
- Salim (bahasa Arab): sejahtera
- 'Ali (bahasa Arab): yang tinggi
- Birai: hiasan
- Bisai: pandai
- Pipai: licin
- Candi: telekung
- Menjaluk: minta
- Ghairallah (bahasa Arab): selain dari Allah
- Amin (bahasa Arab): yang aman
- Ghurur (bahasa Arab): tertipu
- Maujud (bahasa Arab): yang ada
- Baqi (bahasa Arab): yang kekal
- Wa huwal auwalu (bahasa Arab): Ia yang awal
- Wa huwal akhiru (bahasa Arab): Ia yang akhir
- Ahmad: nama lain dari Nabi Muhammad
- Satir (bahasa Arab): yang bersembunyi
- Asma (bahasa Arab): nama
- Angga: anggota
- Tahir (bahasa Arab): suci
- Saqi (bahasa Arab): yang meminum
- Nazir (bahasa Arab)
- Isbat (bahasa Arab): memastikan adanya Allah
- Nafi (bahasa Arab): meniadakan
- Tasbih: buah tasbih alat penghitung bacaan zikir
- Rahat (bahasa Arab): senang
- Jawi: maksudnya orang Melayu
- Safi (bahasa Arab): bersih
- Zatul Bari (bahasa Arab): zat Allah
- Ramu: mengumpulkan bahan-bahan
- Berdami: tidak bercerai, bersatu
- Muhith (bahasa Arab): meliputi
- Furqan: nama lain dari Quran
- Wa Huwa ma'akum: Allah itu bersamamu
- Bi kulli syai-in muhith: kutipan ayat Quran dari Surah An-Nisa ayat 36 yang terjemahan lengkap ayat tersebut: "Dan langit bumi miliknya Allah dan Allah itu meliputi segala sesuatu."
- 'Iyan (bahasa Arab): nyata, pasti
- Luruh: lenyap, fana
- Khabis (bahasa Arab): busuk, jahat
- Hail (bahasa Arab): tirai, pembatas
- Fa ainama tuwallu...: kutipan ayat Quran dari Surah Al-Baqarah ayat 115, yang terjemahan selengkapnya ayat tersebut berbunyi: "Kepunyaan Allah timur dan barat, karena itu ke mana saja engkau menghadap, di sana terdapat Wajah Allah, sesungguhnya Allah mempunyai ilmu yang luas".
- Ghafil (bahasa Arab): lupa
- Fa samma wajhullah: bahagian ayat 115 Surah Al-Baqarah, lihat nomor 46
- Kamil (bahasa Arab): sempurna, yang dimaksud di sini adalah Insan Kamil atau Manusia Sempurna
- Henang: tetap
- 'Uryani (bahasa Arab): telanjang
- Qurbani (bahasa Arab): korban. Maksudnya seperti Nabi Ismail yang rela mengorbankan dirinya demi memenuhi mimpi ayahnya, Nabi Inrahim
Keterangan:
Syair di atas termasuk salah satu karya Hamzah Fansuri. Saya menemukan karya tersebut dalam buku Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh. Buku tersebut disunting oleh Abdul Hadi WM dan LK Ara. Catatan kaki dan beberapa keterangan yang ada pada syair di atas adalah hasil suntingan dalam buku tersebut. Untuk menelaah dan memahami syair-syair di atas sangat dibutuhkan ilmu-ilmu bantu yang menunjang agar apa yang dimaksud oleh sang penyair dapat pahami (sekurang-kurangnya mendekati).
Baca juga syair-syair Hamzah Fansuri lainnya berikut ini:
Baca juga syair-syair Hamzah Fansuri lainnya berikut ini:

Tinggalkan komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan baik