![]() |
| Tokoh-tokoh tempo doeloe Yayasan Al-Muslim, sumber foto: Universitas Al-Muslim |
Sebagaimana juga Madrasah Al-Muslim Peusangan yang mempunyai banyak cabangnya di Aceh (dapat disebutkan bahwa di Aceh Barat dahulu termasuk Aceh Selatan sekarang, banyak terdapat madrasah yang namanya Al-Muslim, dan diperkirakan pendirian madrasah tersebut dipelopori oleh para alumni Madrasah Al-Muslim Peusangan), maka Jamiatuddiniyah Blang Paseh juga mempunyai cabang-cabang yang banyak di seluruh Aceh. Oleh karenanya perguruan ini juga menjadi kebanggan masyarakat Aceh pada waktu itu.
Pada tahun 30-an perkembangan lembaga-lembaga pendidikan madrasah di seluruh Aceh terus meningkat, sehingga pada periode itu dapat disebutkan sebagai tahun pembangunan sekolah-sekolah agama di Aceh. Di antara madrasah yang terkenal di luar daerahnya yang didirikan pada periode itu yang dapat disebutkan di sini yaitu Jamiah Diniyah Al-Muntasiyah yang lebih dikenal dengan nama singkatan JADAM Montasik. Madrasah ini didirikan pada tahun 1931 oleh Teungku Ibrahim Lamnga. Selanjutnya Madrasah Darul Huda di Bambi, Madrasah Bustanul Maarif di Blang Jrum, Madrasah Al-Ikhlas di Keude Dua, Madrasah Ishlah di Kutablang Samalanga, Madrasah Darul Ulum di Geurugok yang dibangun atas inisiatif uleebalang daerah itu, yaitu Teuku Bin Geurugok.
Berdasarkan catatan dari Pengurus Jami'ah Al-Ishlahiyah Sungai Limpah Sibreh (Aceh Besar) dapat disebutkan bahwa madrasah-madrasah yang terdapat di Aceh dalam tahun 1936 adalah sebagai berikut:
- Madrasah Ishlahiyah, Leubuk (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Bung Cala (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Mireuk (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Ulee Kareng (Aceh Besar)
- Madrasah Darussalam, Merduati (Kutaraja)
- Madrasah Taman Perguruan, Neusu (Kutaraja)
- Madrasah Taman Perguruan, Punge (Kutaraja)
- Madrasah Diniyah, Lampeuneurut (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Lam Teungoh (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Lam Lhom (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Kulu (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Blang Me (Aceh Besar)
- Madrasah Jadam, Montasik (Aceh Besar)
- Madrasah Ishlahiyah, Sungai Limpah (Aceh Besar)
- Madrasah Hasbiyah, Indrapuri (Aceh Besar)
- Madrasah Tadrijiyah, Lam Jampok (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Lam Sie (Aceh Besar)
- Madrasah Perguruan Islam, Keunalu Seulimum (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Lam Tamot (Aceh Besar)
- Madrasah Hasbiyah, Heu (Aceh Besar)
- Madrasah Ishlahiyah, Krueng Raya (Aceh Besar)
- Madrasah Falahiyah, Piyeueng (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Tibang Phui (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Hoho (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Cot Saloran (Aceh Besar)
- Madrasah Ishlahiyah, Lam Birah (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Jeureula (Aceh Besar)
- Madrasah Seupakat, Bukloh (Aceh Besar)
- Madrasah Ishlahiyah, Meunasah Keumude (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Lam Panah (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Lam Teuba (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslimin, Padang Tiji (Pidie)
- Madrasah Al-Muslim, Peudaya (Aceh Besar)
- Madrasah Al-Muslim, Kunyet (Pidie)
- Madrasah Al-Muslim, Tanjong (Pidie)
- Madrasah Al-Muslim, Beurabo (Pidie)
- Madrasah Al-Muslim, Neucah (Pidie)
- Madrasah Al-Muslim, Gogo (Pidie)
- Madrasah Al-Ummahat, Montasik (Aceh Besar)
- Madrasah Diniyah, Blang Paseh Sigili (Pidie)
- Madrasah Darul Huda, Bambi (Pidie)
- Madrasah Khairiyah, Blang Anoe (Pidie)
- Madrasah Darul Maarif, Garot (Pidie)
- Madrasah Persatuan Islam, Peukan Pidie (Pidie)
- Madrasah Diniyah, Teupin Raya (Pidie)
- Madrasah Persatuan Islam, Sangeueu (Pidie)
- Madrasah Wathaniyah, Ie Leubeu (Pidie)
- Madrasah Khairiyah, Paru (Pidie)
- Madrasah Islam Sejati, Kota Bakti (Pidie)
- Madrasah Diniyah, Teubung (Pidie)
- Madrasah Diniyah, Tangse (Pidie)
- Madrasah Diniyah, Geumpang (Pidie)
- Madrasah Diniyah, Kampung Pukat Meureudu (Pidie)
- Madrasah Perguruan Tanjungan, Bireun (Aceh Utara)
- Madrasah Perguruang, Kuta Blang (Aceh Utara)
- Madrasah Mesjid Keule, Cot Meurak (Aceh Utara)
- Madrasah Al-Muslim, Cot Meurak (Aceh Utara)
- Madrasah Al-Muslim, Matang Glumpang Dua (Aceh Utara)
- Madrasah Diniyah, Geurugok (Aceh Utara)
- Madrasah Darul Ulum, Bale Seuntai Peusangan (Aceh Utara)
- Madrasah Khairiyah, Takengong (Aceh Tengah)
- Madrasah Khairiyah, Teritet (Aceh Tengah)
- Madrasah Diniyah, Idi Rayeuk (Aceh Timur)
- Madrasah Diniyah, Blang Sekoci (Aceh Timur)
- Madrasah Diniyah, Simpang Ulim (Aceh Timur)
- Madrasah Diniyah, Madat (Aceh Timur)
- Madrasah Madaniyah, Idi (Aceh Timur)
- Madrasah Diniyah, Kampung Jawa Langsa (Aceh Timur)
- Madrasah Jadam, Calang (Aceh Barat)
- Madrasah Jadam, Krueng Sabe (Aceh Barat)
- Madrasah Jadam, Langeuen (Aceh Barat)
- Madrasah Islamiyah, Keutapang (Aceh Barat)
- Madrasah Khairiyah, Lhok Kruet (Aceh Barat)
- Madrasah Hadaniyah, Patek (Aceh Barat)
- Madrasah Diniyah, Lam No (Aceh Barat)
- Madrasah Al-Muslim, Teunom (Aceh Barat)
- Madrasah Washliyah, Meulaboh (Aceh Barat)
- Madrasah Perguruan Muda, Lhok Bubon (Aceh Barat)
- Madrasah Diniyah, Jeuram (Aceh Barat)
- Madrasah Diniyah, Peureume (Aceh Barat)
- Madrasah Al-Muslim, Sinabang (Aceh Barat)
- Madrasah Diniyah, Alue Bilie (Aceh Barat)
- Madrasah Diniyah, Lam Inong (Aceh Selatan)
- Madrasah Diniyah, Kampung Rawa (Aceh Selatan)
- Madrasah Al-Muslim, Susoh (Aceh Selatan)
- Madrasah Perguruan Muda, Kuta Buloh (Aceh Selatan)
- Madrasah Tadris, Labuhan Haji (Aceh Selatan)
- Madrasah Al-Muslim, Sawang (Aceh Selatan)
- Madrasah Al-Muslim, Lhok Bangkuang (Aceh Selatan)
- Madrasah Diniyah, Tapak Tuan (Aceh Selatan)
- Madrasah Al-Muslim, Terbangan (Aceh Selatan)
Diakui oleh para pengurus Jami'ah Al-Islamiyah tersebut bahwa catatan yang mereka kumpulkan (nama-nama madrasah di atas) masih belum lengkap. Masih terdapat daerah-daerah yang data-data tentang itu belum terkumpul, misalnya Madrasah Al-Huda Geudong, Madrasah Al-Ikhlas Keudee Dua, yang terletak di daerah Onderafdeeling Lhokseumawe dan sekitarnya, serta juga Madrasah Islamiyah yang masing-masing terdapat di Meukek dan Manggeng (Aceh Selatan), Madrasah Khairul Islamiyah dan Jamiatul Khairiyah di wilayah Tamiang (Aceh Timur) yang masing-masing didirikan oleh Mohd. Syai dan O. K. Dahlam. Selain itu juga ada Madrasah Akbariyah di Ujong Kalak Meulaboh (Aceh Barat) yang dipimpin oleh Teungku Nyak Cut, dan Madrasah Al-Washliyah di Meulaboh yang dipimpin oleh Toke Pirus dan Teungku Arsyad Thalib Lubis.
Dapat pula disebutkan bahwa pada tahun 1938, di Sigli berdiri sebuah sekolah menengah Islam yang para pelajarnya tidak hanya diterima dari lulusan madrasah, tetapi juga diterima dari lulusan sekolah-sekolah pemerintah Hindia Belanda, seperti HIS, Inlandsche School, dan Vervolgschool. Lembaga ini diberi nama Dunia Akhirat Middlebare School atau disingkat dengan DAMS. Sistem pengajaran di sini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama dinamakan Onderbouw yang masa belajarnya selama 2 tahun, bagian kedua bernama Bovenbouw yang lama belajarnya selama 4 tahun. Pada bagian onderbouw dibagi lagi menjadi dua, yaitu A terdiri dari pelajar yang berasal dari sekolah-sekolah pemerintah Hindia Belanda, dan bagian B terdiri dari pelajar yang berasal dari madrasah-madrasah. Pada bagian bovenbouw ke semua para pelajar ini dicampur menjadi satu, karena pengetahuan mereka dianggap sudah berimbang. Pendirian DAMS ini dipelopori oleh Teuku Pakeh Mahmud (uleebalang Pidie) dan Teuku Muhammad Amin. Dapat ditambahkan bahwa dua orang tenaga pengajar pada sekolah ini didatangkan dari luar daerah, yang seorang berasal dari Sumatera Barat, yaitu Isin Saleh (alumni Darul Ulum Mesir) dan yang seorang lagi dari Yogyakarta, yaitu Kusmani (alumni HIK Yogyakarta). Di sekolah mereka pengetahuan umum, bahasa Belanda, dan bahasa Inggris.
Selain madrasah-madrasah yang disebutkan di atas, hingga awal tahun 40-an pertambahan jumlah madrasah di Aceh terus meningkat. Di antaranya dapat disebutkan Ma'had Imaul Mukhlis disingkat MIM, dan untuk nama ini kemudian ada juga yang menamakan Ma'had Iskandar Muda yang disingkat pula dengan MIM. Namun nama yang populer digunakan untuk menyebut madrasah ini adalah MIM Lampaku. Didirikan di desa Lampaku wilayah Sagi XXII Mukim (Aceh Besar) pada tanggal 1 Januari 1940. Tujuan dari pada pendirian madrasah ini adalah selain untuk menggalakkan pendidikan agama di Aceh, juga untuk mendidik guru-guru sekolah agama untuk wilayah Sagi XXII Mukim khususnya dan daerah Aceh umumnya yang dirasakan sangat kekuranagan akan tenaga itu. Patut dicatat di sini bahwa yang mengambil inisiatif pendirian lembaga ini adalah uleebalang di daerah itu sendiri atau Kepala Sagi XXII Mukim, Teuku Muhammad Daud Panglima Polem, bersama puteranya Teuku Muhammad Ali. Pimpinan dari madrasah ini khusus didatangkan dari Sumatera Barat, yaitu Ustadz H. Ilyas Muhammad Ali Azhari. Selain sebagai pimpinan, Ustadz ini juga memberi pelajaran tentang bahasa Arab, ilmu mendidik, tauhid, dan sejarah Islam pada madrasah tersebut. Tenaga-tenaga pengajar lainnya dapat pula disebutkan di antaranya Teungku H. Hasbi Ash Shiddieqy yang mengajar tafsir hadits, fiqih, dan balaghah; Mr. S. M. Amin yang mengajar Staatsrecht (hukum tata negara); Soetikno Padmosoemarto yang mengajar sejarah dan tata hukum; Zainal Abidin yang mengajar bahasa Indonesia, bahasa Belanda, ilmu bumi dan seni suara, dan Zainal Arifin yang mengajar boekhounding (memegang buku) dan olah raga.
(Bersambung bagian 3 - tamat)
Sumber tulisan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sejarah Pendidikan Daerah Istimewa Aceh, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kudayaan, 1984, halaman 60-65.

Tinggalkan komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan baik