Syair Thayr al-'Uryan karya Hamzah Fansuri merupakan karya puisi dan bisa dianggap menjadi salah satu karya-karya terbaik dari Syekh Hamzah Fansuri. Thayr al-'Uryan memakai burung sebagai tamsilannya untuk menggambarkan pengembaraan jiwa atau ruh untuk mencari kesempurnaan dirinya. Berikut ini saya ketik ulang teks Thayr al-'Uryan yang disarikan dari beberapa sumber.
I
Thayr al-'Uryan unggas ruhani
Di dalam kandang hadrat Rahmani
Warnainya pingai terlalu sufi
Tempatnya kursi yang maha 'ali
Sungguh pun 'uryan bukannya gila
Mengaji al-Quran dengan tartila
Tempatnya mandi sungai salsabila
Di dalam firdaus ra'su Zanjabila
Sungai ini terlalu 'ali
Akan minuman Thayr al-'Uryan
Setelah minum jadi hairani
Takar pun pecah belah serahi
Minuman itu terlalu larang
Harganya banyak artamu alang-alang
Badan dan nyawa jangan kau sayang
Inilah harga arak yang garang
Thayr al-'Uryan mabuknya salim
Mengenal Allah terlalu alim
Demikianlah mabuk harus kau hakim
Inilah amal Sayyid Abu al-Qasim
Minuman itu tiada terbagi
Pada Ramadhan harus kau pakai
Halal Thayyibun pada sekalian sakai
Barang meminum dia tiadakan lalai
Minuman itu terlalu sufi
Yogya akan syurbaty maulana qadi
Barang meminum dia Tuhan kira radhi
Pada kedua alam ia Hayy al-Baqi
Minuman itu yogya kaum permain
Supaya lupa engkau akan kain
Buangkan wujudmu cari yang lain
Inilah 'Uryan pada ahl-batin
Jika Engkau kasih akan nyawamu
Terlalu batil sekalian kerjamu
Akulah 'Uryan jangankan katamu
Orang yang 'Uryan bukan rupamu
Riya dan khayal tiada qabil
Pada orang arif yang sudah kamil
Lain daripada mabuk dan ilmu wasit
Pada ahl-haqiqah sekalian batil
Tiya dan khayal ilmu nafsani
Di manakan sampai pada ilmu yang 'ali
Seperti Bayazid dan Mansur Bagdadi
Mengatakan Ana al-Haqq dan Qawl Subhani
Kerjamu itu hai anak dagang
Pada ahl-ma'rifat terlalu malang
Markab tauhid yogya kau pasang
Di tengah laut yang tiada berkarang
Hamzah Fansuri di negeri Melayu
Tempatnya kapur di dalam kayu
Asalnya manikam tiadakan layu
Dengan ilmu dunia dimanakan payu
II
Unggas pingai terlalu 'asyiq
Da'im bermain di kursi khaliq
Bangsanya Rahman yang fa'iq
Menjadi sultan terlalu la'iq
Unggas itu tahu berkata
Sarangnya di padang rata
Akan wujudnya sekalian mata
Mengenal Allah terlalu nyata
Mazhar Allah akan rupanya
Asma Allah akan namanya
Malaikat akan tentaranya
Akulah wasil akan katanya
Sayapnya bernama Furqan
Tubuhnya bersurat Quran
Kakinya Hannan dan Mannan
Da'im bertengger di tangan Rahman
Ruh Allah akan nyawanya
Sirr Allah akan anggannya
Nur Allah akan matanya
Nur Muhammad da'im tenggernya
Liqa Allah nama 'ishq-nya
Sawt Allah akan bunyinya
Rahman dan Rahim akan hatinya
Menyembah Tuhan dengan sucinya
Bumi langit akan sangkarnya
Mekkah dan Madinah akan pangkalannya
Bait Allah nama badannya
Di sana bertemu dengan Tuhannya
Cahayanya seperti suluh
Bunyinya seperti guruh
Matanya lengkap dengan tubuh
Bulunya da'im sekalian luruh
Rupanya akan Mahbubnya
Lakunya akan Marghubnya
Bangsanya akan Matlubnya
Buraq al mi'raj akan markubnya
'Ilm al-yaqin nama ilmunya
'Ain al-yaqin hasil tahunya
Haqq al-yaqin akan lakunya
Muhammad nabi asal gurunya
Syari'at akan tirainya
Tariqat akan bidainya
Haqiqat akan ripainya
Ma'rifat yang wasil akan isainya
'Alam nasut akan hambanya
Perisai malakut akan kutanya
Duldul jabrul nama kudanya
Menyerang laut akan kerjanya
Dengarkan hai anak jamu
Unggas itu sekalian kamu
Ilmunya yogya kamu ramu
Supaya jadi mulya adamu
III
Unggas nuri asalnya cahaya
Diamnya da'im di kursi raya
Daripada nurnya faqir dan kaya
Menjadi insa, tuan dan saya
Kuntu kanzan asalnya sarang
'Alam lahut nama kandangnya
Terlalu luas dengan lapangnya
Itulah kanzan dengan larangnya
Aql al-kulli nama bulunya
Qalam al-'ala nama kukunya
Allah ta'ala nama gurunya
Oleh karena itulah tiada judunya
Jalal dan Jamal nama kakinya
Nur al-awwal nama jarinya
Lawh al-mahfudzh nama hatinya
Menjadi jauhar dengan safinya
Itulah Ahmad awwal nabinya
Dari nur Allah dengan sucinya
Sekalian alam pancar nurinya
Menjadi langit serta buminya
Alam ini asal warnanya
Di sana-sini pancar sertanya
Sidang ghafil(un) dengan karmanya
Lupakan nuri dengan warnanya
Setelah zahir sekalian alam
Ia pun datang serupa Adam
Menjadi Rasul Nabi yang khatam
Supaya umatnya jangan karam
Ia datang dengan burhannya
Lengkap lagi dengan ayat Qurannya
Yogya kau turur kata firqannya
Supaya jadi engkau qurbannya
Ahmad datng dengan satarnya
Mengatakan Allah dengan jabbarnya
Sungguh pun Tuhan dengan gaffarnya
Yogya kau turut akan qahharnya
Nabi dan wali sekalian takut
Akan jabbarnya seperti laut
Manakan dapat engkau menyahut
Di laut qahhar ke hilir hanyut
Ilmu jauhar sungguh pun qabil
Akan kuat badan hanya hasil
Pada ilmu Allah kerjanya ha'il
Antara Allah dan orang kamil
Ilmu Allah terlalu 'ali
Dengan jawhar tiadakan kafi
Ilmu Allah yogya kau cabut
Supaya dapat hidupmu baqi
Jauhar itu terlalu mulia
Akan orang yang muda belia
Bukannya ilmu Allah yang sedia
Dengan ghayr Allah jang bersetia
Pada dzat Allah tiadakan lulus
Akan orang yang berlumpai putus
Ahl al-jawhar makanan kurus
Seperti Ahmad dan 'Isa lukus
Hamzah gila berkawan-kawan
Mencari jauhar akan cahaya badan
Oleh makhluk pergi tertawan
Makanan jadi engkau bangsawan
IV
Thayr al-'Uryan unggas sultani
Bangsanya nur al-rahmani
Tasbihnya Allah subhani
Gila dan mabuk akan rabbani
Unggas itu terlalu pingai
Warnanya terlalu bisai
Rumahnya tiada berbidai
Duduknya da'im di balik tirai
Awwalnya itu bernama ruhi
Millatnya terlalu sifui
Mashafnya besar suratnya kufi
Tubuhnya terlalu suci
'Arasy Allah akan pangkalannya
Habib Allah akan taulannya
Bait Allah akan sangkarannya
Menghadap Tuhan dengan sopannya
Sufinya bukannya kain
Fil-Mekkah da'im bermain
Ilmunya zahir dan batin
Menyembah Allah terlalu raji
Kitab Allah dipersandangnya
Ghayb Allah akan tandangnya
'Alam lahur akan kandangnya
Pada da'irah Hu tempat pandangnya
Dzikir Allah kiri kanannya
Fikir Allah rupa badannya
Syurbat tauhid akan minumannya
Da'im bertemu dengan Tuhannya
Suluh terlalu terang
Harinya tiada berpetang
Jalanna terlalu henang
Barang mendapat dia terlalu menang
Cahayanya itu tiada berha'il
Bayna ilahi dan bayna-amil
Syari'atnya terlalu kamil
Barang yang mungkir menjadi jahil
Jika engkau dapat asal ilmunya
Engkaulah yang amat tertahunya
'Amal ini engkau empunya
Di sana sini engkaulah sukunya
Ilmunya tiada berbagai
Fadunya yogya kau pakai
Tinggalkan ibu dan bapai
Menyembah Tuhan jangan engkau lali
Ilmunya ilmu yang pertama
Mazhabnya mazhab ternama
Cahayanya cahaya yang lama
Ke dalam surga bersama-sama
Ingat-ingat hai anak dagang
Nafsumu itu lawan berperang
Angkamu jadikan sarang
Cintamu satu jangan bercawang
Siang hari hendak kau sa'im
Malamnya yogya kau qa'im
Kurangkan makan lagi dan na'im
Nafi dan itsbat kerjakan da'im
Tuhan kita itu yang punya 'alam
Menimbulkan Hamzah yang sudah karam
'Isyqnya jangan kau padam
Supaya wasil dengan laut dalam
[[--------------------]]
Ada beberapa bait syair Thayr al-'Uryani di atas yang saya lihat hampir sama dengan Syair Ruh. Saya belum menemukan jawaban. Barangkali ada di antara pembaca yang dapat memberikan jawaban. Namun, dugaan (hanya dugaan saja), ada kemungkinan syair di atas dan syair ruh memang menggunakan komposisi kalimat yang sama untuk menjelaskan maksud yang dikehendaki oleh Hamzah Fansuri. Sebagaimana pengantar di atas, syair ini merupakan sebuah gambaran tentang tamsilan unggas yang melakukan pengembaraan untuk mencari kesempurnaan dirinya (jiwa). Nah, begitu juga (mungkin) dalam "Syair Ruh".
Baca juga karya Hamzah Fansuri lainnya berikut ini:

Tinggalkan komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan baik