3 July 2016

Thayr al-'Uryan - Hamzah Fansuri

Syair Thayr al-'Uryan karya Hamzah Fansuri merupakan karya puisi dan bisa dianggap menjadi salah satu karya-karya terbaik dari Syekh Hamzah Fansuri. Thayr al-'Uryan memakai burung sebagai tamsilannya untuk menggambarkan pengembaraan jiwa atau ruh untuk mencari kesempurnaan dirinya. Berikut ini saya ketik ulang teks Thayr al-'Uryan yang disarikan dari beberapa sumber.


I

Thayr al-'Uryan unggas ruhani
Di dalam kandang hadrat Rahmani
Warnainya pingai terlalu sufi
Tempatnya kursi yang maha 'ali

Sungguh pun 'uryan bukannya gila
Mengaji al-Quran dengan tartila 
Tempatnya mandi sungai salsabila
Di dalam firdaus ra'su Zanjabila

Sungai ini terlalu 'ali
Akan minuman Thayr al-'Uryan
Setelah minum jadi hairani
Takar pun pecah belah serahi

Minuman itu terlalu larang
Harganya banyak artamu alang-alang
Badan dan nyawa jangan kau sayang
Inilah harga arak yang garang

Thayr al-'Uryan mabuknya salim
Mengenal Allah terlalu alim
Demikianlah mabuk harus kau hakim
Inilah amal Sayyid Abu al-Qasim

Minuman itu tiada terbagi
Pada Ramadhan harus kau pakai
Halal Thayyibun pada sekalian sakai
Barang meminum dia tiadakan lalai

Minuman itu terlalu sufi
Yogya akan syurbaty maulana qadi
Barang meminum dia Tuhan kira radhi
Pada kedua alam ia Hayy al-Baqi

Minuman itu yogya kaum permain
Supaya lupa engkau akan kain
Buangkan wujudmu cari yang lain 
Inilah 'Uryan pada ahl-batin

Jika Engkau kasih akan nyawamu
Terlalu batil sekalian kerjamu
Akulah 'Uryan jangankan katamu
Orang yang 'Uryan bukan rupamu

Riya dan khayal tiada qabil
Pada orang arif yang sudah kamil
Lain daripada mabuk dan ilmu wasit
Pada ahl-haqiqah sekalian batil

Tiya dan khayal ilmu nafsani
Di manakan sampai pada ilmu yang 'ali
Seperti Bayazid dan Mansur Bagdadi
Mengatakan Ana al-Haqq dan Qawl Subhani

Kerjamu itu hai anak dagang
Pada ahl-ma'rifat terlalu malang
Markab tauhid yogya kau pasang
Di tengah laut yang tiada berkarang

Hamzah Fansuri di negeri Melayu
Tempatnya kapur di dalam kayu
Asalnya manikam tiadakan layu
Dengan ilmu dunia dimanakan payu

II

Unggas pingai terlalu 'asyiq
Da'im bermain di kursi khaliq
Bangsanya Rahman yang fa'iq
Menjadi sultan terlalu la'iq
Unggas itu tahu berkata
Sarangnya di padang rata
Akan wujudnya sekalian mata
Mengenal Allah terlalu nyata
Mazhar Allah akan rupanya
Asma Allah akan namanya
Malaikat akan tentaranya
Akulah wasil akan katanya

Sayapnya bernama Furqan
Tubuhnya bersurat Quran
Kakinya Hannan dan Mannan
Da'im bertengger di tangan Rahman

Ruh Allah akan nyawanya
Sirr Allah akan anggannya
Nur Allah akan matanya
Nur Muhammad da'im tenggernya

Liqa Allah nama 'ishq-nya
Sawt Allah akan bunyinya
Rahman dan Rahim akan hatinya
Menyembah Tuhan dengan sucinya

Bumi langit akan sangkarnya
Mekkah dan Madinah akan pangkalannya
Bait Allah nama badannya
Di sana bertemu dengan Tuhannya

Cahayanya seperti suluh
Bunyinya seperti guruh
Matanya lengkap dengan tubuh
Bulunya da'im sekalian luruh

Rupanya akan Mahbubnya
Lakunya akan Marghubnya
Bangsanya akan Matlubnya
Buraq al mi'raj akan markubnya

'Ilm al-yaqin nama ilmunya
'Ain al-yaqin hasil tahunya 
Haqq al-yaqin akan lakunya
Muhammad nabi asal gurunya

Syari'at akan tirainya
Tariqat akan bidainya
Haqiqat akan ripainya
Ma'rifat yang wasil akan isainya

'Alam nasut akan hambanya
Perisai malakut akan kutanya
Duldul jabrul nama kudanya
Menyerang laut akan kerjanya

Dengarkan hai anak jamu
Unggas itu sekalian kamu
Ilmunya yogya kamu ramu
Supaya jadi mulya adamu

III

Unggas nuri asalnya cahaya
Diamnya da'im di kursi raya
Daripada nurnya faqir dan kaya
Menjadi insa, tuan dan saya

Kuntu kanzan asalnya sarang
'Alam lahut nama kandangnya
Terlalu luas dengan lapangnya
Itulah kanzan dengan larangnya

Aql al-kulli nama bulunya
Qalam al-'ala nama kukunya
Allah ta'ala nama gurunya
Oleh karena itulah tiada judunya

Jalal dan Jamal nama kakinya
Nur al-awwal nama jarinya
Lawh al-mahfudzh nama hatinya
Menjadi jauhar dengan safinya

Itulah Ahmad awwal nabinya
Dari nur Allah dengan sucinya
Sekalian alam pancar nurinya
Menjadi langit serta buminya

Alam ini asal warnanya
Di sana-sini pancar sertanya
Sidang ghafil(un) dengan karmanya
Lupakan nuri dengan warnanya

Setelah zahir sekalian alam
Ia pun datang serupa Adam
Menjadi Rasul Nabi yang khatam
Supaya umatnya jangan karam

Ia datang dengan burhannya
Lengkap lagi dengan ayat Qurannya
Yogya kau turur kata firqannya
Supaya jadi engkau qurbannya

Ahmad datng dengan satarnya
Mengatakan Allah dengan jabbarnya
Sungguh pun Tuhan dengan gaffarnya
Yogya kau turut akan qahharnya

Nabi dan wali sekalian takut
Akan jabbarnya seperti laut
Manakan dapat engkau menyahut
Di laut qahhar ke hilir hanyut 

Ilmu jauhar sungguh pun qabil
Akan kuat badan hanya hasil
Pada ilmu Allah kerjanya ha'il
Antara Allah dan orang kamil

Ilmu Allah terlalu 'ali
Dengan jawhar tiadakan kafi
Ilmu Allah yogya kau cabut
Supaya dapat hidupmu baqi

Jauhar itu terlalu mulia
Akan orang yang muda belia
Bukannya ilmu Allah yang sedia
Dengan ghayr Allah jang bersetia

Pada dzat Allah tiadakan lulus
Akan orang yang berlumpai putus
Ahl al-jawhar makanan kurus
Seperti Ahmad dan 'Isa lukus

Hamzah gila berkawan-kawan
Mencari jauhar akan cahaya badan
Oleh makhluk pergi tertawan
Makanan jadi engkau bangsawan

IV

Thayr al-'Uryan unggas sultani
Bangsanya nur al-rahmani
Tasbihnya Allah subhani
Gila dan mabuk akan rabbani

Unggas itu terlalu pingai
Warnanya terlalu bisai
Rumahnya tiada berbidai
Duduknya da'im di balik tirai
Awwalnya itu bernama ruhi
Millatnya terlalu sifui
Mashafnya besar suratnya kufi
Tubuhnya terlalu suci
'Arasy Allah akan pangkalannya
Habib Allah akan taulannya
Bait Allah akan sangkarannya
Menghadap Tuhan dengan sopannya

Sufinya bukannya kain
Fil-Mekkah da'im bermain
Ilmunya zahir dan batin
Menyembah Allah terlalu raji

Kitab Allah dipersandangnya
Ghayb Allah akan tandangnya
'Alam lahur akan kandangnya
Pada da'irah Hu tempat pandangnya

Dzikir Allah kiri kanannya
Fikir Allah rupa badannya
Syurbat tauhid akan minumannya
Da'im bertemu dengan Tuhannya

Suluh terlalu terang
Harinya tiada berpetang
Jalanna terlalu henang
Barang mendapat dia terlalu menang
Cahayanya itu tiada berha'il
Bayna ilahi dan bayna-amil
Syari'atnya terlalu kamil
Barang yang mungkir menjadi jahil

Jika engkau dapat asal ilmunya
Engkaulah yang amat tertahunya
'Amal ini engkau empunya
Di sana sini engkaulah sukunya

Ilmunya tiada berbagai
Fadunya yogya kau pakai
Tinggalkan ibu dan bapai
Menyembah Tuhan jangan engkau lali

Ilmunya ilmu yang pertama
Mazhabnya mazhab ternama
Cahayanya cahaya yang lama
Ke dalam surga bersama-sama

Ingat-ingat hai anak dagang
Nafsumu itu lawan berperang
Angkamu jadikan sarang
Cintamu satu jangan bercawang

Siang hari hendak kau sa'im
Malamnya yogya kau qa'im
Kurangkan makan lagi dan na'im
Nafi dan itsbat kerjakan da'im

Tuhan kita itu yang punya 'alam
Menimbulkan Hamzah yang sudah karam
'Isyqnya jangan kau padam
Supaya wasil dengan laut dalam

[[--------------------]]

Ada beberapa bait syair Thayr al-'Uryani di atas yang saya lihat hampir sama dengan Syair Ruh. Saya belum menemukan jawaban. Barangkali ada di antara pembaca yang dapat memberikan jawaban. Namun, dugaan (hanya dugaan saja), ada kemungkinan syair di atas dan syair ruh memang menggunakan komposisi kalimat yang sama untuk menjelaskan maksud yang dikehendaki oleh Hamzah Fansuri. Sebagaimana pengantar di atas, syair ini merupakan sebuah gambaran tentang tamsilan unggas yang melakukan pengembaraan untuk mencari kesempurnaan dirinya (jiwa). Nah, begitu juga (mungkin) dalam "Syair Ruh".

Baca juga karya Hamzah Fansuri lainnya berikut ini:

Tinggalkan komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan baik